PADANG -- Giat pemberian tugas matematika oleh oknum guru matematika berinisial ID di SMPN 6 Padang, Kota Padang, menjadi sorotan masyarakat di kawasan Gates Nan XX. Persoalan tersebut mencuat setelah tugas yang diberikan kepada peserta didik diduga mengambil atau mengunduh materi dari sekolah lain secara utuh, termasuk judulnya, tanpa dilakukan adaptasi. Kondisi itu memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai proses penyusunan tugas serta kesesuaiannya dengan materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa SMPN 6 Padang.
Yang menjadi persoalan bukan semata-mata penggunaan sumber pembelajaran dari sekolah lain. Guru dapat menggunakan berbagai referensi dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Namun, dugaan yang dipersoalkan warga adalah oknum guru matematika berinisial ID di SMPN 6 Padang diduga menggunakan materi tersebut secara utuh tanpa adaptasi. Karena itu, proses penyusunan, penyesuaian dan pemeriksaan tugas tersebut menjadi bagian yang perlu diperjelas.
Ade Nursyaf Putra, salah seorang Ketua RT di Gates Nan XX, saat ditemui media ini di kediamannya, Rabu 16 September 2026, mengatakan peran guru dalam pendidikan tidak berhenti pada pemberian tugas kepada peserta didik. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, teladan dan agen perubahan dalam membentuk kemampuan peserta didik.
"Peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, teladan, dan agen perubahan yang bertanggung jawab membentuk kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik," ujar Ade Nursyaf Putra.
Ade menilai, apabila dugaan penggunaan tugas sekolah lain secara utuh oleh oknum guru matematika berinisial ID di SMPN 6 Padang benar terjadi tanpa proses adaptasi, maka hal tersebut layak menjadi bahan evaluasi pihak sekolah. Menurutnya, tugas peserta didik seharusnya disusun dengan mempertimbangkan materi yang telah diajarkan, tujuan pembelajaran dan kemampuan siswa.
Sorotan masyarakat semakin kuat karena SMPN 6 Padang merupakan sekolah yang telah berdiri sejak 11 Juli 1967. Ade berharap sejarah panjang sekolah tersebut diikuti dengan keseriusan dalam menjaga kualitas proses pendidikan. Dugaan pemberian tugas tanpa adaptasi, menurutnya, perlu diperiksa berdasarkan fakta agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap proses pembelajaran di sekolah.
"Kalau oknum guru dalam mendidik peserta didik hanya melakukan copy paste dari bahan sekolah lain, ini jelas harus dievaluasi. SMPN 6 Padang merupakan sekolah yang sudah lama berdiri," ujar Ade.
Perhatian terhadap dugaan giat pemberian tugas oleh oknum guru matematika berinisial ID di SMPN 6 Padang juga disampaikan Ketua Pemuda Sei Barameh. Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Padang turut memperhatikan persoalan tersebut apabila hasil pemeriksaan sekolah nantinya membuktikan adanya penggunaan materi tanpa adaptasi.
"Kita minta Kadis Pendidikan mengevaluasi kompetensi guru-guru di SMPN 6 Padang agar kejadian ini tidak berulang," ujarnya di tempat terpisah.
Kekecewaan juga disampaikan Pebriyandi Rajo Gumilang, ninik mamak Tapian Gaung dari Suku Jambak. Ia mengatakan banyak anak kemenakannya bersekolah di SMPN 6 Padang, sehingga persoalan yang menyangkut kualitas pembelajaran mendapat perhatian masyarakat. Ia berharap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan memastikan setiap tugas yang diberikan kepada siswa benar-benar mendukung proses pendidikan.
"Anak keponakan kami banyak bersekolah di SMPN 6 Padang. Jika begitu cara salah satu oknum guru mendidik anak keponakan kami, kami sangat kecewa," ujar Pebriyandi Rajo Gumilang.
Sementara itu, Sherly Andila, Wakil Kepala Sekolah SMPN 6 Padang bidang kurikulum, ketika dikonfirmasi mengenai giat pemberian tugas oleh oknum guru matematika berinisial ID, memberikan tanggapan singkat. Sherly menyatakan bahwa materi tersebut digunakan dengan judul yang tidak diadaptasi dan pihak sekolah akan melakukan evaluasi.
"Oalah, dipakai dengan judul-judulnya tidak diadaptasi. Nanti akan dievaluasi," kata Sherly Andila.
Pernyataan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan karena memberikan respons langsung dari unsur sekolah terhadap persoalan tugas oknum guru matematika berinisial ID di SMPN 6 Padang. Namun, masih diperlukan penjelasan lebih lengkap mengenai sumber materi, bentuk penggunaannya, alasan materi digunakan, serta hasil evaluasi yang akan dilakukan pihak sekolah.
Masyarakat Gates Nan XX berharap evaluasi terhadap giat pemberian tugas oleh oknum guru matematika berinisial ID di SMPN 6 Padang dilakukan secara objektif dan transparan. Persoalan tersebut perlu diselesaikan berdasarkan pemeriksaan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kepentingan peserta didik dan kualitas proses pembelajaran tetap menjadi perhatian utama.
Redaksi memberikan ruang klarifikasi dan hak jawab kepada oknum guru matematika ID, Kepala SMPN 6 Padang maupun Dinas Pendidikan Kota Padang sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
TIM MEDIA NASIONAL