Nagari Sinuruik, 03 September 2026 Pasaman Barat — Sejumlah masyarakat di Nagari Sinuruik menyampaikan adanya dugaan keributan yang terjadi di lingkungan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) Nagari Sinuruik.
Informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat menyebutkan, keributan tersebut diduga berkaitan dengan sikap dan ucapan kasar ,carut marut seorang Asisten Lapangan (ASLAP) kepada sejumlah karyawan di lingkungan dapur MBG.
Menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, ASLAP tersebut diduga mengeluarkan perkataan kasar dan kata-kata yang dinilai tidak pantas disampaikan dalam lingkungan kerja. Bahkan, menurut keterangan yang diperoleh dari masyarakat, terdapat karyawan perempuan yang diduga mendapat perlakuan kurang baik tersebut.
Sejumlah warga mengaku prihatin apabila informasi tersebut benar terjadi. Mereka berharap lingkungan kerja di dapur MBG dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan saling menghargai bagi seluruh karyawan, tanpa memandang usia maupun posisi pekerjaan.
Masyarakat juga menyampaikan bahwa dugaan kejadian tersebut telah menimbulkan keresahan. Bahkan, beredar informasi adanya karyawan perempuan yang diduga menangis dan mengalami tekanan akibat kejadian tersebut. Namun, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dan klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat.
Sejumlah masyarakat berharap pimpinan MBG dan pihak mitra terkait segera melakukan penelusuran serta mengambil langkah yang diperlukan apabila dugaan tersebut terbukti.
“Kalau memang benar terjadi perlakuan seperti itu terhadap karyawan, tentu harus ada evaluasi dan tindakan dari pihak pengelola,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari ASLAP yang disebut dalam informasi tersebut, pihak pengelola dapur MBG Nagari Sinuruik, maupun pihak terkait lainnya.
Media akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak yang bersangkutan guna memperoleh informasi yang berimbang dan memastikan kebenaran atas dugaan kejadian tersebut.
Informasi dalam pemberitaan ini masih bersumber dari keterangan masyarakat dan belum seluruhnya terverifikasi. Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan kesalahan pihak tertentu sebelum adanya klarifikasi dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.